Metropolitan

Jadi Proyek Strategis, 6 Tol Dalkot DKI Dikebut Sebelum 2019

Administrator | Rabu, 04 Oktober 2017 - 10:02:53 WIB | dibaca: 332 pembaca

Jakarta - Proyek enam ruas tol dalam kota (dalkot) DKI Jakarta mulai dilaksanakan. Pada tahap awal, ruas yang dibangun adalah seksi Semanan-Sunter dan Sunter Pulo Gebang.Pengerjaan proyek enam ruas tol dalam kota (dalkot) saat ini sudah mulai dilaksanakan. Pada tahap awal ini, ruas yang dibangun adalah dari Barat ke Timur, seksi Semanan-Sunter dan Sunter Pulo Gebang. Tepatnya pada seksi Kelapa Gading-Pulo Gebang sepanjang 9 klometer (km).

Direktur Utama PT Jakarta Toll Road Development, Frans Sunito, mengatakan pembangunan seksi lainnya akan dilakukan secara paralel menyusul kesiapan tanah dan kondisi di lapangan.

"Kami paralel mengerjakannya. Yang satu belum selesai, tahap II dan III sudah mulai juga. Kalau tahap II dan III akan segera mulai mengikuti tahap I ini, mungkin tahun 2018 ini," kata Frans, kepada detikFinance saat dihubungi di Jakarta, Selasa (3/10/2017).


Proyek ini sendiri sudah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), yang terlampir dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 maupun dalam Peraturan Presiden (Perpres) perubahan Nomor 58 Tahun 2017. Masuknya proyek ini ke dalam PSN mewajibkannya harus dimulai sebelum 2019.

Bila masuk PSN, maka pengadaan lahan proyek ini dapat difasilitasi oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Jadi pengadaan lahan bisa segera dilakukan, untuk meminimalisir biaya investasi. Namun, sampai saat ini proyek tol yang menelan sekitar Rp 41 triliun tersebut baru mulai untuk seksi Semanan-Sunter dan selanjutnya Sunter-Pulo Gebang.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra, menjelaskan pihaknya masih melihat kondisi di lapangan, terkait kesiapan lahan dan lalu lintas yang akan dilewati.

"Nanti kami lihat kesiapannya, tanah dan lain-lain. Karena kami harus koordinasi tanah dulu, punya siapa, kami harus bicara dulu sama KAI (Kereta Api Indonesia), harus dapat clearance dari mereka dulu, ada yang dibangun di atas sungai, dan lain-lain," ungkapnya.

"Memang dari awal dilakukan secara bertahap, dibagi menjadi 3 tahapan. Nanti kami lihat berdasarkan kesiapannya, apakah yang dua tahapan lagi bisa lebih awal dimulai," imbuhnya.

Proyek ini telah mendapat kepastian untuk ketersediaan lahan melalui dana talangan dari LMAN. Dana yang didapat sekitar Rp 1 triliun, yang diprioritaskan alokasinya untuk tahap satu, yakni dari Pulo Gebang-Sunter-Semanan.

Sesuai Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) 6 ruas jalan tol DKI Jakarta, hak konsesinya dikuasai PT Jakarta Tollroad Development (JTD) yang sahamnya dimiliki sejumlah perusahaan, meliputi PT Jakarta Propertindo (3,18%), PT Pembangunan Jaya Infrastruktur/PT Pembangunan Jaya Toll (0,001%), PT Jaya Real Property Tbk (28,85%), PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (25,15%), PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. (20,50%), PT Pembangunan Jaya (18,27%), dan PT Jaya Land (4,05%).

Untuk memuluskan pembangunan jalan tol tersebut, saat ini PT JTD tengah mengajukan kredit investasi senilai Rp 14 triliun kepada sindikasi 4 bank terdiri dari Bank Mandiri, BNI, BCA, dan Bank DKI. Diharapkan proses pengajuan kredit bisa disetujui paling lambat bulan ini. (detikcom/eds/wdl)

 










Komentar Via Website : 51
Solusi Hemat Telepon Kantor
28 Mei 2015 - 17:41:53 WIB
mitra telecom global mandiri-penyedia solusi hemat telekomunikasi
Jenis tanaman obat penyakit asam urat
05 Oktober 2017 - 10:30:49 WIB
Terimakasih banyak atas informasinya, jumpa lagi di artikel terbaru http://gg.gg/663s7
sehat alami herbal
06 Oktober 2017 - 09:59:20 WIB
Obat Flek Paru Paru Di Apotik Kimia Farma
07 Oktober 2017 - 10:17:49 WIB
Obat Flek Paru Paru Di Apotik Kimia Farma >>> http://goo.gl/1a17Uc
anemia
07 Oktober 2017 - 10:32:04 WIB
AwalKembali 123... 6 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)