Telekomunikasi

Bangun Pusat Data di Singapura, Data Penting Indonesia Terancam?

Administrator | Senin, 29 Juni 2015 - 12:17:46 WIB | dibaca: 2716 pembaca

Proses ceromonial groundbreaking Telin Singapore Data Center (foto: Telkom)

JAKARTA - Kebijakan yang diambil Menteri BUMN Rini Soemarno mendirikan fasilitas data center pemerintah di Singapura mengundang sejumlah kritik. Satu diantaranya menyebutkan, upaya tersebut dianggap akan membahayakan kedaulatan NKRI.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Lembaga Riset Keamanan Cyber CISSReC, Pratama Persadha. Dirinya menilai, kebijakan membangun pusat data pemerintah di Singapura tak kalah bahaya dengan peristiwa penjualan Indosat dulu.

Pratama menjelaskan, pusat data pemerintah memainkan peran yang sangat penting. Terlebih lagi, melalui upaya digitalisasi yang dikerjakan lewat program e-Goverment, akan membuat segala macam data dan sistem mulai terintegrasi. Karena bersifat digital itulah, data-data itu menjadi rentan sehingga perlu ada perlindungan terutama dari asing.

Pratama berpandangan, apabila benar pusat data itu akan dibangun disana (Singapura), itu sama artinya tindakan bunuh diri. Sebab siapapun bisa mengakses secara fisik ke server dan jaringan.

“Seseorang bisa melakukan apapun terhadap isi server atau jaringan tersebut,” ucap Pramata seperti dikutip Sindonews, Senin (22/6/2015).

Lebih jauh dipaparkan, tindakan tercela itu meliputi pencurian data, monitoring lalu lintas data, pengopian data server. Lebih gawatnya lagi, bisa saja ada yang melakukan pengrusakan terhadap semua data dan sistem jaringan.

Aman Bangun di Negeri Sendiri

Ditambahkan Pratama, ada baiknya pemerintah mempercayakan pembangunan pusat data tersebut di dalam negeri. Karena, apabila nantinya ada masalah, kendala ataupun pengecekan, bisa mudah dilakukan dengan cepat. “Karena tidak perlu ada penyesuaian hukum sebab itu di negeri sendiri,” katanya.

Sebelumnya diketahui, pemerintah melalui PT Telkom, melakukan groundbreaking ceremony data center di Jurong, Singapura, baru-baru ini. Proyek tersebut dikerjakan oleh perusahaan anak usaha Telkom, Telekomunikasi Indonesia International Pte. Ltd. Singapura (Telin Singapore).

Upaya itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan terhadap cloud computing dan big data analytic di luar negeri. Data center ini merupakan data center ketiga yang dibangun Telin Singapore, setelah sebelumnya di Changi dan Tai Seng.

Groundbreaking ini dilakukan oleh Menteri BUMN RI, Rini Soemarno dan Senior Minister of State (Trade & Industry), Lee Yi Shyan, serta dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Singapura Dr. Andri Hadi dan Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga.

Pembangunan data center di Singapura ini merupakan salah satu strategi Telkom dalam melakukan pengembangan bisnis internasional. Hal ini didukung oleh riset dari sebuah perusahaan penelitian teknologi, TechNavio yang memaparkan bahwa pasar data center di Asia Tenggara diharapkan berkembang hingga CAGR, mencapai 18,05 persen dari tahun 2014 hingga 2019.

Pada kesempatan Groundbreaking tersebut, juga telah disepakati pembentukan joint venture (perusahaan patungan) antara Telkom dengan Singapore Telecommunication Limited (SingTel) yang direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2016.

(okezone.comamr)
 
Solusi hemat telekomunikasi, voice & data bisa anda dapatkan melalui MGM .
 










Komentar Via Website : 2
Antonio
28 Mei 2015 - 17:41:53 WIB
mgm-solusi hemat telekomunikasi
Antonio
28 Mei 2015 - 17:41:53 WIB
mgm-solusi hemat telekomunikasi
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)